
Dosen Pengampu : Cahyo Wahyu Darmawan S.Pd., M.Pd
OPINI – Perkembangan zaman dan gaya hidup telah mengancam eksistensi budaya. Ancaman itu yang saat ini sedang dihadapi masyarakat Suku Dayak agar nilai-nilai kebudayaan yang dimiliki dapat terus bertahan dan tidak hilang atau hanya menjadi cerita bak legenda.
Tantangan untuk mempertahankan nilai-nilai kebudayaan tentu tidak mudah. Apalagi untuk menanamkan rasa memiliki, kebanggaan dan upaya melestarikan harus menghadapi batu sandungan bernama teknologi. Dimana kebanyakan gaya hidup masyarakat, khususnya generasi muda saat ini telah terbelenggu oleh teknologi dan lupa ada warisan leluhur yang haru dipertahankan.
Ancaman yang begitu nyata itu hendaknya dapat dibendung dengan mengajak dan memberikan wawasan atau keterampilan tentang kebudayaan kepada masyarakat terutama kaum muda. Mereka harus didorong agar mendapatkan pemahaman yang benar tentang implementasi nilai dari sebuah karya seni berlatarbelakang budaya.
Salah satu upaya yang dapat dilakukan dengan memperbanyak kegiatan seni budaya sebagai wadah positif untuk meningkatkan wawasan, kemampuan dan kreativitas. Upaya itu dapat menjadi media yang tepat dalam mempersiapkan SDM yang tidak hanya untuk meraih prestasi semata namun kecintaan dan kebanggaan terhadap kebudayaan.
Upaya mempertahankan eksistensi seni dan budaya daerah juga dapat dengan menampilkan pertunjukan yang melibatkan para tokoh, sanggar, komunitas atau paguyuban yang ada. Jika kreativitas dan aktivitas sudah terbangun maka akan lahir inovasi dan produktivitas yang dapat melahirkan seniman atau tokoh budaya sehingga bisa dikenal di tingkat regional maupun nasional.
Perlu ditanamakan bahwa kebudayaan harus diwariskan secara turun termurun dari generasi ke generasi. Baik itu unsur adat istiadat, pakaian, bangunan, politik maupun karya seni. Bahkan tidak sedikit seni dan budaya memudar seiring era globalisasi.
Mempertahankan nilai-nilai kebudayaan sebagai warisan leluhur harus menjadi tanggung jawab bersama. Tidak hanya pemerintah namun juga masyarakat khususnya kaum muda harus terus ikut serta dalam menjaganya. Sebab peran masyarakat sangat diperlukan dalam menjaga kearifan lokal maupun seni budaya agar tidak hilang begitu saja.
Sejatinya teknologi dan perkembangan zaman memang menjadi ancaman nyata. Namun melalui teknologi, khususnya media sosial dan platform lainnya menjadi jalan untuk melestarikan dan memperkenalkan kebudayaan semakin terbuka lebar. Potens sumber daya alam, kebudayaan dan pariwisata suatu daerah akan sangat mudah untuk dipromosikan melalui teknologi.
![]()







































