PALANGKA RAYA – Staf Ahli (Sahli) Gubernur Yuas Elko menghadiri secara virtual rapat koordinasi pengendalian inflasi dan pembahasan persiapan angkutan lebaran tahun. Rakor yang dilaksanaan Senin (17/2/2025) itu dipimpin langsung oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri RI) Tito Karnavian.
Pada rakor itu, Tito menekankan persiapan moda transportasi menjelang Ramadan dan Idul Fitri. Apalagi arus lalu lintas libur Idul Fitri diprediksi terjadi mulai tanggal 28 Maret 2025 dan arus balik pada tanggal 7 April 2025.
“Pada 1 Maret 2025 kita sudah memasuki Ramadan dan setelah itu menghadapi perkerjaan besar yaitu ada libur nasional Idul Fitri yang seperti biasa akan terjadi mobilitas sangat tinggi,” kata Tito.
Bersamaan itu juga Tito meminta dilakukan persiapan-persiapan sejak dini terutama karena mobilitas masyarakat yang tinggi pasti. Sehingga akan memerlukan manajemen di bidang transportasi baik darat, laut maupun udara yang betul-betul dipersiapkan.
Berkenaan pengendalian inflasi, Tito mengingatkan inflasi Januari 2025 terhadap Januari 2024 sebesar 0,76%. Sedangkan, inflasi Januari 2025 terhadap Desember 2024 sebesar -0,76%, terjadi deflasi.
“Penyumbang utama deflasi adalah perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga sebesar -9,16%. Ada juga informasi, komunikasi dan jasa keuangan sebesar -8,08%, faktor penyebab deflasi perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga karena adanya diskon 50% untuk pengguna listrik dibawah 2200 watt pada Januari dan Februari 2025,” jelasnya.
Sementara Yuas Elko menyebutkan inflasi di Kalteng masih aman dan terkendali serta stok bahan pangan menjelang bulan Ramadan masih cukup.
“Meskipun stok saat ini cukup, faktor ketahanan pangan tetap harus diperhatikan dengan baik. Keterlibatan semua pihak harus memastikan distribusi lancar dan menghindari praktik penimbunan yang bisa menyebabkan kelangkaan,” tandasnya. (ran)
![]()









































