PALANGKA RAYA – Banjir yang merendam sejumlah kawasan di Kota Palangka Raya belum menunjukan tanda-tanda akan surut. Sebaliknya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) memperingatkan masyarakat untuk waspada karena adanya potensi debit air meningkat.
“Debit air Sungai Kahayan terus naik. Warga kami imbau untuk tetap waspada dan siaga,” kata Plt Kepala Pelaksana BPBD Kota Palangka Raya Hendrikus Satria Budi.
Berdasarkan data sementara, ungkap Hendrikus, banjir telah berdampak terhadap 21.097 jiwa dari 6.852 kepala keluarga (KK). Bahkan banjir telah merendam 3.892 rumah di 16 kelurahan.
“Beberapa wilayah mengalami babjir yang cukup parah dengan ketinggian air mencapai 10 sentimeter. Diantaranya Jalan Anoi, Jalan Kalimantan dan Jalan Riau,” paparnya.
Menurut Budi, kenaikan debit air ini disebabkan oleh curah hujan yang tinggi, baik di Kota Palangka Raya maupun di wilayah hulu Sungai Kahayan. Akibatnya, air meluap ke jalan lingkungan dan sebagian perumahan warga yang mengganggu aktivitas masyarakat.
Untuk mengantisipasi dampak yang lebih luas, tim BPBD terus melakukan pemantauan berkala di lokasi-lokasi rawan banjir. Pemantauan ini bertujuan untuk memetakan potensi ancaman banjir dan menyiapkan lokasi strategis untuk evakuasi maupun pengungsian jika kondisi semakin parah.
“Kami juga terus berkoordinasi dengan BMKG guna mendapatkan perkiraan cuaca harian dan prospek cuaca mingguan sebagai langkah antisipasi,” ujarnya.
Selain itu dia juga meminta warga yang tinggal di bantaran sungai untuk tidak meletakkan barang elektronik dan berharga lainnya di lantai guna mencegah kerusakan atau risiko korsleting listrik. (ran)
![]()








































