PANGKALAN BUN – Gubernur Kalteng Agustiar Sabran melaksanakan sejumlah kegiatan dalam kunjunganya ke Kabupaten Kotawaringin Barat, Kamis (5/6/2025). Diantaranya meninjau sarana dan prasarana di Gedung Sport Center Pangeran Ratu Alamsyah serta Stadion Sepak Bola Sampuraga Baru, Pangkalan Bun.
Gubernur menyatakan bahwa pengecekan sarana dan prasarana dilakukan untuk memastikan kesiapan Kabupaten Kotawaringin Barat yang direncanakan menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalteng tahun 2026. Sekaligus menjadi lokasi turnamen olahraga Gubernur Cup tahun 2025 untuk cabang bola voli.
“Saya minta semua pihak terkait melakukan persiapan dengan baik,” kata gubernur.
Menurut gubernur, pemerataan olahraga sangat penting, agar tidak hanya terfokus di Palangka Raya sebagai ibu kota provinsi. Bahkan jika terdapat perbaikan akan dilakukan pemerintah provinsi, termasuk pembangunan kolam renang.
“Sementara itu, kebutuhan lainnya akan ditangani oleh kabupaten. Jadi, sistemnya berbagi tanggung jawab. Ini menjadi perhatian kami,” tukasnya.
Pada kesempatan lainya di hari yang sama, gubernur juga melakukan peninjauan sarana dan prasarana pendidikan di SMKN 1 Pangkalan Bun. Selain itu penyaluran hewan kurban hingga membuka pasar murah.
Kunjungan ini disambut langsung oleh Bupati Kotawaringin Barat Nurhidayah, yang mengapresiasi dedikasi Gubernur meskipun baru tiba dini hari dari Palangka Raya.
“Sejak awal masa jabatan, Gubernur telah menunjukkan komitmen besar terhadap pemerataan pembangunan, khususnya di bidang infrastruktur, pendidikan dan kesehatan,” tuturnya.
Pada kesempatan tersebut, Agustiar menyalurkan secara simbolis hewan kurban. Secara keseluruhan, Pemerintah Provinsi Kalteng menyalurkan 600 ekor sapi ke 14 kabupaten / kota. Bantuan tersebut terdiri dari 2 ekor sapi Limosin berbobot 1 ton, 28 ekor sapi Limosin berbobot 700 kilogram, dan 570 ekor sapi Bali atau Madura.
Selain itu, bantuan dari Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto berupa 15 ekor sapi juga diserahkan kepada kabupaten / kota. Sedangkan untuk kegiatan pasar murah, dilaksanakan di enam titik. Lebih dari 5.000 paket sembako disalurkan, masing-masing berisi 5 kilogram beras, 2 liter minyak goreng, dan 1 kilogram gula pasir.
Pada pelaksanaan pasar murah, dilakukan subsidi sebesar Rp131.750 per paket, masyarakat hanya perlu menebusnya seharga Rp15.000. (ran)
![]()









































