PALANGKA RAYA – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Tengah (Kalteng), Okki Maulana Razak, mengungkapkan bahwa pengelolaan Balai Latihan Kerja (BLK) di Kalimantan Selatan patut dijadikan rujukan dalam upaya meningkatkan kualitas pelatihan kerja di Kalteng. Kunjungan kerja yang dilakukan bertujuan untuk mempelajari secara langsung sistem tata kelola dan mekanisme penganggaran BLK, sekaligus membuka peluang memperkuat program pelatihan yang ada di provinsi ini.
“Kunjungan kami ke Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kalimantan Selatan memberikan banyak pelajaran berharga. Kami melihat bahwa pengelolaan BLK di sana telah berjalan cukup baik, mulai dari perencanaan program hingga penempatan lulusan ke dunia kerja,” jelas Okki pada Rabu (13/8/2025).
Salah satu hal yang menjadi sorotan dalam kunjungan tersebut adalah keberhasilan program pelatihan operator alat berat, yang dinilai sangat efektif karena memiliki tingkat penyerapan tenaga kerja yang tinggi.
“Program pelatihan operator alat berat menjadi perhatian utama kami. Lulusan dari pelatihan ini banyak yang langsung mendapatkan pekerjaan dalam waktu yang relatif singkat,” ujarnya.
Okki menilai capaian tersebut merupakan hasil dari perencanaan yang matang serta terjalinnya kemitraan strategis antara BLK dan sektor industri. Menurutnya, model seperti ini sangat relevan untuk diadopsi di Kalimantan Tengah, terlebih saat ini Pemerintah Provinsi Kalteng sedang merancang pembukaan kelas baru di BLK yang fokus pada pelatihan operator alat berat — keahlian yang sangat dibutuhkan oleh sektor industri maupun perkebunan di daerah.
“Dengan adanya kolaborasi yang solid antara pemerintah daerah, BLK, dan dunia industri, pelatihan yang kita laksanakan bisa jauh lebih tepat sasaran. Yang lebih penting lagi, pemuda-pemuda Kalteng punya peluang lebih besar untuk langsung masuk ke dunia kerja,” tutupnya. (mit)
![]()









































