PALANGKA RAYA – Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) H. Agustiar Sabran menegaskan, pentingnya persatuan dan kerukunan sebagai pondasi pembangunan daerah. Hal itu disampaikan saat menghadiri Deklarasi Damai Huma Betang Organisasi dan Pemuda Lintas Iman, yang digelar di Palangka Raya di Betang Hapakat, Minggu (7/8/2025).
Agustiar Sabran mengatakan, keberagaman harus menjadi kekuatan.
“Kami di pemerintah tegak lurus saja, supaya tujuan kita rukun. Kalau ada niat dan tekad, tidak ada yang tidak mungkin. Hidup rukun dan damai akan membuat kita mudah mencapai tujuan bersama,” tegasnya.
Deklarasi Damai Huma Betang sendiri memuat lima komitmen utama pemuda lintas iman, yaitu:
* Menjadi generasi muda Indonesia, khususnya Kalteng, yang mengamalkan nilai-nilai Pancasila sebagai energi positif bagi peradaban dunia.
* Mengajak kaum muda membangun masyarakat global berlandaskan toleransi, solidaritas, dan gotong royong.
* Mendukung serta menyebarluaskan nilai-nilai Dokumen Damai Tumbang Anoi.
* Mengamalkan falsafah Huma Betang dalam kehidupan sehari-hari.
* Mendukung dan menghormati adat istiadat Belum Bahadat di Provinsi Kalimantan Tengah.
Gubernur menilai deklarasi ini merupakan pondasi awal yang sangat baik. Begitu juga mengajak para pemuda terus membangun dialog yang sehat, saling mendukung, dan berkolaborasi untuk tujuan bersama.
“Pemerintah provinsi fokus membangun SDM, khususnya generasi muda. Kunci masa depan Kalteng ada di tangan kalian, muda-mudi,” pungkasnya. (mit)
![]()









































