PALANGKA RAYA – Wakil Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) menegaskan bahwa permasalahan stunting merupakan tantangan besar dalam pembangunan sumber daya manusia di daerah. Untuk itu, keberadaan Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) dinilai memiliki peran strategis sebagai wadah utama pemerintah daerah dalam mempercepat penanganan stunting melalui kolaborasi antar sektor.
“TPPS adalah kekuatan besar. Sinergi, koordinasi, dan kolaborasi lintas perangkat daerah sangat diperlukan agar upaya penurunan stunting berjalan lebih efektif, konvergen, dan terintegrasi,” tegas Wakil Gubernur saat membuka pertemuan TPPS yang digelar di Palangka Raya, belum lama ini.
Dalam arahannya, ia menekankan bahwa seluruh bidang yang berada dalam struktur TPPS perlu merumuskan strategi-strategi yang inovatif, melakukan evaluasi terhadap berbagai kendala yang dihadapi, serta menyusun rekomendasi untuk perbaikan ke depan.
“Dengan langkah yang terarah, kita optimis target penurunan stunting secara nasional sebesar 18,8 persen dan target daerah sebesar 20,6 persen pada tahun 2025 dapat kita capai,” jelasnya.
Wakil Gubernur juga menekankan bahwa menurunkan angka stunting merupakan bagian krusial dari persiapan menuju generasi emas Indonesia 2045.
“Anak-anak yang terbebas dari stunting akan tumbuh menjadi generasi yang unggul, sehat, dan memiliki daya saing. Dengan kerja keras, komitmen, dan kolaborasi yang kuat, saya yakin kita mampu mewujudkan Kalimantan Tengah yang Berkah, Maju, dan Bermartabat,” ujarnya penuh keyakinan.
Sementara itu, Sekretaris TPPS Provinsi Kalimantan Tengah, Linae Victoria Aden, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat koordinasi lintas sektor, serta menyatukan strategi percepatan penurunan stunting di seluruh wilayah Kalteng.
“Pertemuan ini merupakan wadah bagi masing-masing bidang dalam TPPS untuk menyempurnakan strategi, merumuskan rekomendasi, serta memperkuat komitmen bersama dalam mewujudkan target-target yang telah ditetapkan,” paparnya.
Dalam pertemuan tersebut juga dibahas berbagai aspek teknis antar sektor, mulai dari pemantauan data stunting, penyusunan intervensi spesifik dan sensitif, hingga optimalisasi program inovatif daerah seperti Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING) dan Dapur Sehat Atasi Stunting (DASHAT). Kedua program ini diharapkan mampu menjadi solusi konkret yang mendorong percepatan penurunan stunting di Kalimantan Tengah. (mit)
![]()









































