KUALA KAPUAS – Pemerintah Kabupaten Kapuas melalui Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) menggelar sosialisasi Aplikasi Sistem Informasi Geografis Aset Tanah dan Bangunan (SiGanteng) di Aula Rapat BKAD Kapuas. Aplikasi ini dikembangkan untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan aset milik daerah.
Sosialisasi ini dibuka secara resmi oleh Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah (Setda) Kapuas, Vitrianson, yang mewakili Sekretaris Daerah (Sekda) Kapuas. Kegiatan turut dihadiri tim narasumber dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, yang berperan dalam pengembangan aplikasi tersebut.
Dalam sambutannya, Vitrianson menyampaikan bahwa pengelolaan aset, khususnya tanah dan bangunan, merupakan aspek fundamental dalam pembangunan daerah.
“Dengan potensi sumber daya yang dimiliki, Pemkab Kapuas perlu mengelola aset secara efektif dan efisien. Tantangan selama ini adalah kurangnya integritas data dan keterbatasan akses informasi. Aplikasi SiGanteng hadir sebagai solusi dari tantangan tersebut,” jelasnya.
Aplikasi SiGanteng berbasis teknologi Geographic Information System (GIS) yang memungkinkan visualisasi aset secara digital dan interaktif, serta mempermudah akses informasi secara real-time.
Sementara itu, Kepala Bidang Aset BKAD Kapuas, Eko Tejono, menambahkan bahwa aplikasi ini akan sangat membantu dalam mengetahui kondisi fisik aset seperti bangunan dan tanah secara langsung, tanpa harus membuka data manual.
“Ke depan, cukup melalui aplikasi ini kita bisa langsung mengetahui lokasi, kondisi, hingga status aset daerah secara digital dan cepat,” ungkapnya.
Dengan diluncurkannya SiGanteng, diharapkan pengelolaan aset daerah di Kapuas akan menjadi lebih transparan, akuntabel, dan terintegrasi, serta mendukung tata kelola pemerintahan yang berbasis data dan teknologi. (ran)
![]()









































