PALANGKA RAYA – Di tengah tingginya penggunaan media sosial di masyarakat, pemerintah mengajak seluruh pengguna platform digital untuk menjadikan media sosial sebagai sarana edukasi dan inspirasi. Artinya bukan sekadar hiburan atau tempat menyebarkan informasi tanpa verifikasi.
“Ajakan ini sejalan dengan meningkatnya peran media sosial dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam konteks pribadi, pendidikan, maupun profesi,” kata Anggota DPRD Kalteng Okki Maulana.
Menurut Okki, muncul pula tantangan seperti penyebaran hoaks, ujaran kebencian, hingga konten yang tidak mendidik. Hal ini cukup disayangkan bahwa media sosial seharusnya dimanfaatkan untuk memperluas wawasan, menyebarkan nilai-nilai positif dan meningkatkan literasi masyarakat.
“Masyarakat diimbau untuk lebih selektif dalam menyebarkan informasi dan aktif menyuarakan hal-hal yang membangun, seperti pendidikan, literasi keuangan, kesehatan mental, lingkungan dan semangat gotong royong,” ujarnya.
Okki menegaskan, generasi muda memiliki potensi besar untuk memperoleh pengetahuan baru di era digital. Salah satunya media sosial yang tidak hanya berfungsi sebagai hiburan semata, namun juga mencari informasi hingga inspirasi.
“Manfaatkan media sosial secara bijak, untuk menambah wawasan,” tandasnya. (ran)
![]()








































