KUALA KAPUAS – Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3APPKB) Kapuas melaksanakan kegiatan Dapur Sehat Atasi Stunting (DASHAT) di Desa Sei Jangkit, Kecamatan Bataguh. Kegiatan itu sebagai upaya meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam pencegahan stunting melalui pemanfaatan pangan lokal bergizi.
Kepala Bidang Keluarga Berencana dan Kesejahteraan Keluarga (KBKS) Dinas P3APPKB Harmi Sumilih menyampaikan bahwa penanganan stunting merupakan salah satu prioritas pembangunan yang memerlukan sinergi dan kerja sama seluruh pihak.
Menurutnya, melalui kegiatan DASHAT, masyarakat diberikan edukasi dan keterampilan dalam mengolah makanan bergizi dengan memanfaatkan bahan pangan lokal untuk memenuhi kebutuhan gizi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.
“Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Kapuas dalam mewujudkan visi Kapuas Bersinar melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia sejak usia dini,” kata Harmi.
Selain itu, kegiatan DASHAT juga mendukung program nasional Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING) dan Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI) yang mendorong keterlibatan aktif ayah. Kehadiran para ayah dalam kegiatan ini menjadi wujud nyata dukungan keluarga dalam upaya pencegahan stunting.
Pada kesempatan tersebut, Penyuluh KB Kecamatan Bataguh, Endang Yulianti, SKM memberikan edukasi mengenai pentingnya pemenuhan gizi pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) serta pemantauan pertumbuhan anak sebagai langkah strategis dalam mencegah stunting sejak dini.
Sementara itu, Ahli Gizi Puskesmas Pulau Kupang, Heppy Oktavia, A.Md.Gz, memfasilitasi praktik pengolahan makanan bergizi berbahan dasar pangan lokal berupa bakso ikan patin dan nugget ikan patin. Melalui kegiatan tersebut, peserta diajarkan cara mengolah bahan pangan yang mudah diperoleh di lingkungan sekitar menjadi makanan sehat, bergizi tinggi, dan disukai anak-anak.
Peserta mengikuti setiap tahapan pembuatan menu dengan antusias, mulai dari pemilihan bahan, proses pengolahan hingga penyajian. Selain praktik memasak, peserta juga memperoleh penjelasan mengenai kandungan protein ikan patin yang bermanfaat untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak.
Melalui kegiatan ini, peserta memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai penyebab, dampak, dan upaya pencegahan stunting. Selain itu, ibu hamil, ibu baduta, dan ibu balita mendapatkan pengetahuan tentang pentingnya pemenuhan gizi seimbang serta keterampilan mengolah pangan lokal menjadi makanan bergizi yang mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. (dik)
![]()










































