Kuala Kurun – Wakil Ketua II DPRD Gunung Mas Espriadi mendorong pelaksanaan lomba inovasi daerah yang digagas Bapperida tidak hanya menjadi kegiatan seremonial atau ajang kompetisi semata. Dia justru berharap lomba itu dapat menjadi budaya dalam membangun pola pikir kreatif dan inovatif di lingkungan masyarakat maupun pemerintahan.
Menurutnya, inovasi sangat diperlukan dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan daerah yang semakin kompleks. Melalui pemikiran kreatif, berbagai persoalan yang dihadapi dapat dicarikan solusi dengan cara-cara baru yang lebih efektif dan bermanfaat.
“Lomba inovasi daerah ini hendaknya tidak hanya dilihat sebagai sebuah perlombaan untuk mencari pemenang, tetapi harus menjadi wadah untuk menumbuhkan budaya berpikir kreatif dan inovatif,” kata Espriadi
Ia mengatakan, setiap individu maupun instansi sebenarnya memiliki potensi untuk menciptakan gagasan dan terobosan baru. Potensi tersebut perlu diberikan ruang dan dukungan agar dapat berkembang serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Menurut Espriadi pemerintah daerah perlu terus mendorong munculnya berbagai inovasi, terutama yang berkaitan dengan peningkatan pelayanan publik, pembangunan daerah, perekonomian, pendidikan, kesehatan, serta bidang lainnya.
“Inovasi yang baik tentu harus mampu memberikan solusi terhadap persoalan yang ada. Karena itu, kegiatan seperti ini diharapkan dapat memunculkan ide-ide kreatif yang nantinya bisa diterapkan secara nyata,” katanya.
Ia juga berharap budaya berpikir kreatif tidak hanya muncul saat adanya perlombaan. Semangat untuk berinovasi harus terus dikembangkan dalam kehidupan sehari-hari dan menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas pembangunan daerah.
DPRD, lanjutnya, memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan lomba inovasi daerah sebagai salah satu langkah dalam mendorong lahirnya gagasan-gagasan baru. Ia berharap hasil dari kegiatan tersebut dapat terus dikembangkan dan tidak berhenti hanya sampai pada tahap penilaian atau pemberian penghargaan.
“Harapannya, inovasi yang lahir benar-benar bisa diterapkan dan memberikan manfaat. Yang terpenting adalah bagaimana kita menjadikan berpikir kreatif sebagai sebuah budaya dalam membangun daerah,” pungkasnya. (dik)
![]()









































