Kuala Kapuas – Anggota DPRD Kabupaten Kapuas Peniana menyambut baik kegiatan evaluasi yang dilaksanakan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) terkait pencatatan perkawinan. Apalagi langkah percepatan akan dilakukan dengan memperkuat pola jemput bola dan kerja sama lintas sektoral.
Diketahui persoalan yang dihadapi diantaranya sulitnya akses menuju lokasi pelayanan, keterbatasan ekonomi maupun rendahnya kesadaran masyarakat mengenai pentingnya legalitas perkawinan.
“DPRD tentu memberikan dukungan terhadap Disdukcapil dalam menghadirkan layanan administrasi kependudukan melalui sistem jemput bola, khususnya bagi masyarakat yang tinggal di wilayah terpencil,” kata Peniana.
Program tersebut dinilai penting untuk memastikan seluruh masyarakat memperoleh kemudahan dalam mengurus berbagai dokumen kependudukan tanpa harus menempuh perjalanan jauh menuju pusat pelayanan.
Peniana menyampaikan bahwa kondisi geografis dan jarak tempuh masih menjadi salah satu kendala bagi sebagian warga dalam mengakses layanan administrasi kependudukan. Karena itu, kehadiran petugas Disdukcapil secara langsung ke desa-desa menjadi langkah yang patut didukung.
“Layanan jemput bola ini sangat membantu masyarakat, terutama warga yang berada di daerah jauh dari pusat pemerintahan. Mereka bisa mengurus dokumen kependudukan dengan lebih mudah tanpa harus mengeluarkan biaya dan waktu yang besar untuk datang ke kota,” ujarnya.
Menurutnya, dokumen kependudukan seperti KTP elektronik, Kartu Keluarga, akta kelahiran, akta kematian, serta dokumen administrasi lainnya merupakan kebutuhan penting yang harus dapat diakses oleh seluruh masyarakat.
Ia berharap program jemput bola dapat dilakukan secara berkelanjutan dan menjangkau wilayah-wilayah yang selama ini memiliki keterbatasan akses pelayanan. Selain pelayanan langsung, kegiatan tersebut juga dapat menjadi sarana untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai pentingnya memiliki administrasi kependudukan yang lengkap dan sesuai data terbaru.
DPRD juga mendorong agar pemerintah daerah memberikan dukungan terhadap kebutuhan sarana, prasarana, jaringan, serta sumber daya manusia yang diperlukan dalam pelaksanaan pelayanan langsung ke lapangan.
“Yang terpenting adalah bagaimana pelayanan publik benar-benar bisa dirasakan secara merata. Jangan sampai masyarakat di wilayah terpencil mengalami kesulitan hanya karena jarak dan keterbatasan akses,” tegasnya. (dik)
![]()










































