KUALA KAPUAS – Pemerintah Kabupaten Kapuas melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menggelar Focus Group Discussion (FGD) I Penyusunan Rencana Kontinjensi (Renkon) Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), Selasa (14/7/2026).
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Kapuas Dodo. Agenda ini turut dihadiri oleh jajaran Forkopimda, BPBD, sejumlah Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan tim Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Palangka Raya selaku mitra.
Wakil Bupati Kapuas Dodo saat membacakan sambutan tertulis bupati menegaskan bahwa pengalaman karhutla pada tahun 2025 harus menjadi pelajaran yang sangat berharga bagi semua pihak. Karakteristik lahan gambut yang mudah terbakar dan keterbatasan akses menuju lokasi menuntut adanya kemampuan pencegahan dan mitigasi yang matang.
”Saya berharap dokumen yang dihasilkan nantinya tidak hanya menjadi dokumen administrasi, tetapi benar-benar menjadi pedoman operasional bagi seluruh unsur,” kata Dodo.
Dodo juga mengajak, semua pihak untuk harus membangun sistem kesiapsiagaan yang mampu mengantisipasi setiap potensi ancaman sejak dini.
Dalam arahan bupati, menitipkan enam poin penting untuk menjadi perhatian bersama. Poin tersebut meliputi penyusunan dokumen berbasis data valid dan mutakhir, pembagian tugas yang jelas agar tidak terjadi tumpang tindih kewenangan.
”Selain itu penguatan keterlibatan elemen masyarakat seperti Masyarakat Peduli Api (MPA) dan Desa Tangguh Bencana (Destana). Begitu juga kesiapan sarana logistik terintegrasi, komitmen dunia usaha dalam menyediakan regu tanggap darurat dan peningkatan edukasi,” paparnya
Usai membuka kegiatan, Dodo menyampaikan apresiasi atas langkah cepat yang dipelopori oleh BPBD Kapuas. Pemerintah daerah sangat berharap seluruh elemen lintas sektoral, pihak kecamatan, hingga desa dapat memperkuat koordinasi agar penanganan karhutla di Kabupaten Kapuas ke depan bisa tertangani dengan baik.
Di tempat yang sama, Kepala Pelaksana BPBD Kapuas menambahkan bahwa hingga saat ini kondisi wilayah Kabupaten Kapuas masih terpantau aman dan kondusif. Meski sempat muncul empat titik hotspot, seluruhnya telah berhasil ditanggulangi berkat koordinasi yang berjalan baik di lapangan.
”Namun, kewaspadaan harus tetap ditingkatkan mengingat wilayah Kapuas sudah memasuki fase El Nino dan kemarau panjang,” ungkapnya. (dik)
![]()










































